5 Tempat Wisata Di Tanjung Pinang Yang EKSOTIS

Mangrove Sei Carang

Dari julukannya, tentu Kalian bisa tebak obyek pariwisata apa Mangrove Sei Carang itu. Ya, obyek pariwisata ini ialah sebuah tempat alami seperti hutan bakau yang sangat ngetop di kota Tanjung Pinang. Obyek pariwisata yang baru dibuka pada tahun 2010 lalu ini mempunyai 3,000 jenis tumbuhan bakau sehingga amat menarik untuk didatangi. Selain rimbunnya hutan bakau, di sana Kalian juga dapat menemukan monyet-monyet yang mendiami hutan bakau. Kalian akan melihat mereka berlari-lari sembari bergelantungan di antara pepohonan bakau. Di sana, Kalian bisa berjalan-jalan merasakan panorama hutan bakau dengan berada di atas jembatan kayu yang tersedia. Obyek pariwisata alam ini amat cocok tuk dijadikan ajang refreshing, meningkatkan wawasan serta jadi spot menarik tuk foto.

Pulau Penyengat

Sebutan menarik dari pulau ini diperoleh dari suatu cerita tentang seseorang nelayan yang sempat singgah di pulau ini yang saat itu tidak berpenduduk. Katanya nelayan itu dikejar oleh sekawanan serangga seperti lebah sampai sang nelayan berteriak “penyengat.. penyengat..”, hingga pulau ini dijuluki Pulau Penyengat. Pulau ini mempunyai luas 2,500 m x 750 m dan berada di perjalanan sekitar 6 km dari sentral kota Tanjung Pinang. Pulau ini jadi terkenal di kalangan wisatawan sebab keindahannya dan salah satu ikon pulaunya yakni Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini sendiri menarik, lantaran dalam pembangunannya memakai telur untuk perekat, bukan semen. Tidak cuma itu, komplek masjid ini pun merupakan lokasi bagi beberapa kuburan raja Riau, contoh nya makam Raja Ali Haji.

Pantai Trikora

Nah, selain Pulau Penyengat, destinasi wisata Tanjung Pinang yang lain ialah Pantai Trikora. Pantai ini juga adalah obyek pariwisata terkenal di golongan wisatawan sebab keeksotisan dan keunikannya. Pantai ini mempunyai empat bagian, di mana pada sisi ketiga ataupun yang kerap disebut Pantai Trikot merupakan bagian pantai yang sangat banyak didatangi wisatawan. Pantai Trikora membentang luas hingga 25 km panjang nya dan subur oleh pepohonan kelapa dan bakau. Pantai ini pun dilengkapi dengan hamparan pasir putih yang lumayan halus serta aksesoris bebatuan besar di sana sini. Keeksotisan bawah lautnya juga bisa Kalian kagumi dengan melaksanakan snorkeling yang perlengkapannya dapat Kalian sewa di tempat ini. Pantai Trikora pun sudah difasilitasi dengan homestay hingga tidak perlu bingung jika Kalian ingin berlama-lama di sana.

Makam Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau

Tidak cuma di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang pun mempunyai titik sejarah lain yaitu di lingkungan Makam Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau yang tempatnya tak begitu jauh dari Mangrove Sei Carang. Di sana, Kalian dapat menemukan beberapa kuburan Raja Riau misalnya Yang Dipertuan Muda Riau I yakni Daeng Marewah dan Yang Dipertuan Muda Riau II, yakni Daeng Celak. Salah satu komplek makam yang cukup besar ialah milik Daeng Marewah. Beliau diangkat jadi raja oleh Raja Sulaiman Badrul Alamsyah Pertama. Lingkungan makam lain yang ukurannya besar juga merupakan milik Daeng Celak. Beliau adalah raja yang berkuasa pada masa 1782 sampai 1745. Raja Haji Fisabilillah yang sebutannya diabadikan pada bandar udara di Tanjung Pinang ialah keturunan dari Daeng Celak tersebut.

Jembatan Gugus dan Jembatan Terusan

Kedua jembatan itu pada mulanya adalah penghubung antar Tanjung Pinang dengan Senggarang, tetapi kini mulai digunakan sebagai salah satu obyek pariwisata di Tanjung Pinang. Jembatan Gugus mempunyai panjang hingga 270 m, namun Jembatan Terusan memiliki panjang sekitar 170 m. Kedua jembatan itu mulai dibangun pada tahun 2010 oleh pemerintahan setempat untuk upaya renovasi Tanjung Pinang. Jembatan yang menyisir Sungai Carang ini bisa Kalian lihat dari lokasi pariwisata hutan Mangrove serta tempatnya tidak jauh dari lingkungan pemakaman para Raja Riau. Jangan lupa tuk berfoto dengan icon baru Tanjung Pinang ini, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.